10 Pola Pikir Yang Harus Dimiliki Untuk Penjadi Pengusana/ Entrepreneur Sukses

Beberapa waktu silam, setelah beberapa kali mengikuti pelatihan di bidang Bisnis, Keuangan,  NLP, dan beberapa lainnya, saya bertemu dengan beragam mentor dan teman-teman yang luar biasa. Mulai dari pengusaha MLM yang tajir melintir, Artis Cewe yang hits, Pembicara Publik yang pendapatan bersih 1M/bulan, Developer Properti, PNS yang sebentar lagi menanggalkan status pekerjaanya, pengusaha kartu kredit, Internet Marketer, Pengusaha Brand sepatu terkenal dan banyak lagi. Sebagian besar dari mereka memiliki kesamaan yakni seorang pengusaha. Berbeda dengan pengusaha/entreprenur pada umumnya, Mereka memiliki taktik, strategi dan informasi yang mereka butuhkan untuk membuat apa yang mereka lakukan di usahakanya untuk lebih berkembang.

Apa yang pada dasarnya yang membuat mereka ini bisa melaju sukses khususnya dalam bidang keuangan ? Tidak lain dan tidak bukan adalah mindset/pola pikir.

Dalam perjalanan hidupnya, setelah sedikit berbicara dalam tentunya dengan mereka, mereka pasti memiliki titik dimana mereka jatuh, layaknya bangkrut, terjebak hutang yang banyak, merembet ke perselingkuhan, acara pernikahan yang batal ,depresi berat (salah satunya bangkrut 7M di umur 21 tahun) dan banyak lagi.

Saya juga kurang lebih mengalami hal yang serupa dengan yang diatas hanya saja tidak terlalu curam dan parah. Setelah mengalami ribuan jam terbang dalam usaha, mendengar cerita dari mereka, dan ajaran beberapa mentor, berikut ini rangkuman 10 Pola Pikir Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Pengusana/ Entrepreneur Sukses. Semoga saja ini bisa tertanam di kepala agar ketika kegagalan singgah, kita tidak galau terlalu dalam dan ketika sukses meminang, kita tidak terlena terlalu lama. Kehidupan entrepeneur adalah kehidupan layaknya mendaki gunung, selalu indah menikmati perjalanan naik turunnya.

1. Ada tiga tipe Uang Keras
Ada 3 tipe uang keras dan bagaimana alirannya yang mana kita harus mencatat jika ingin level up (meningkatkan) dan scale up (melipatkan) perkembangan bisnis kita.
3 Tipe Uang keras tersebut adalah
a. Uang yang di hasilkan (seberapa banyak kita menjual barang/jasa)
Contoh : Dalam sebulan kita menjual 10 pcs produk @ 1.000.000 per bulan , Uang yang dihasilkan 10.000.000
b. Uang yang terkumpul (seberapa banyak CASH yang ada di suatu waktu)
Contoh : Dalam 1 bulan berapa banyak cash yang terkumpulkan.
c. Uang Keluar (seberapa banyak uang yang keluar untuk menyalurkan produk/jasa ke pelanggan)
Contoh : Hutang, Gajih karyawan, Marketing, Kenaikan Bahan Baku, Upgrade teknologi , dll
Uang yang Dihasilkan – Uang Keluar = Uang Yang Terkumpul.
Sebanarnya hal diatas adalah persamaan matematika yang mudah, akan tetapi kebanyakan para pengusaha hanya berfokus ke Uang Yang Dihasilkan, tapi sebenarnya hal ini harus segera di hentikan dan fokus ke uang Uang Yang Terkumpul.

2. Menetapkan seberapa besar dan rasio Pertumbuhan Usaha
Ini sebenarnya mudah, kita harus tahu bisnis apa sebenarnya yang kita jalani ini bertumbuh atau sedang melambat. Salah satu hal yang terdengar menarik adalah 2 tipe berikut Bisnis Berorientasi Profit yang mengejar profit (keuntungan) sebanyak mungkin tetapi pertumbuhan pelan ATAU Bisnis Berorientasi Pertumbuhan yang tidak banyak menghasilkan profit tetapi bertumbuh cepat.

Beberapa waktu silam, saat saya ke Jogja, ada hal menarik terkait hal diatas. Salah satu oleh-oleh yang terkenal disana adalah Bakpia, dan 2 brand yang cukup terkenal adalah Bakpia 75 dan 25. Awalnya yang terkenal ada Bakpia 75 karena telah berdiri lama (8 Tahunan lebih) dan banyak pengemarnya. Brand tersebut fokus mengejar penjualan (profit) sebanyak mungkin. Sedangkan brand bakpia 25 baru berdiri 3 tahun telah bisa menyaingi pemain lama. Ternyata mereka mengorbankan dengan HANYA mendapat sedikit keutungan tetapi nama dan jumlah pelanggan mereka terus bertumbuh. Setiap bulan ramadhan mereka rutin membagikan 2M untuk relasi (tukang beca, driver,dll) yang menunjang bisnisnya. Bisnis Berorientasi Pertumbuhan.

3. 3 Tipe Pengaruh untuk Mengejar Momentum
Ada 3 tipe pengaruh yang dapat kita gunakan sebagai pengusaha (entrepreneur) untuk mengincar momentum bagus dalam berwirausaha :
a. Pengaruh Waktu (Menggajih/membayar seseorang dan mendelegasikan pekerjaan untuk mendapatkan waktu )
b. Pengaruh Uang (Meningkatkan kemampuan/skill dalam menyelesaikan masalah yang berincome tinggi untuk mendapatkan Uang )
c. Pengaruh energi (Mengeluarkan uang/waktu sehingga kita tidak harus berpikir/melakukan sesuatu). Energi ada dua jenis yakni energi fisik dan energi mental.

Ketika digunakan dengan baik hal diatas, kita dengan mudah dapat membangun momentum tanpa harus mengeluarkan waktu dan energi kita terlalu banyak. Misalkan di awal tahun 2011,sedang booming HP Blackberry, dan 2012 akhir booming tersebut mulai turun. MIsalkan kita ada memiliki toko HP dan menyadari hal tersebut kita dapat melakukan penjualan HP android yang akan menjadi tren dengan memaanfaatkan 3 pengaruh diatas yakni :
• Menggaji /rekrut sales HP lebih banyak untuk berjualan Android  (Pengaruh waktu)
• Belajar terkait seluk beluk HP android kemudian memberikan informasi tersebut ke sales yang akan memingkatkan penjualan yg berujung ke pendapatan (pengaruh Uang)
• Membayar training teknisi untuk kursus Servsis HP android (Pengaruh Energi)

4. 3 Tipe Aset yang Harus Dimiliki
Setiap pengusaha yang sukses pasti ada kemungkinan lagi untuk bangkrut. Tetapi dengan mengembangkan aset seperti : Aset Keuangan (Usaha, Royalti, Properti, intinya yg menghasilkan kash ke kantong kita), Aset Silahturahmi  (hubungan pribadi dan profesional), dan Aset Audiens (bukan pelanggan tetapi orang-orang yg berpotensi, misalkan teman-teman yg berpikiran positif, follower di IG, kontak WA, FB yang tertarget dll)
Ketika kita berhasil menjaga dan memaintenance ketiga aset di atas, kita akan mendapatkan istilah : You can ride any storm.

===== Akan  berlanjut di Post Berikutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *